All Risk vs TLO: dua nama yang sama-sama menipu
All Risk tidak menanggung semua risiko, dan TLO bukan hanya soal mobil hilang. Beda cakupan, beda premi menurut rate OJK, dan cara memilih berdasarkan umur serta nilai mobil.
Dua produk asuransi mobil paling populer di Indonesia sama-sama memakai nama yang menyesatkan. All Risk terdengar seperti menanggung segalanya, padahal daftar pengecualiannya panjang. TLO, singkatan dari Total Loss Only, terdengar seperti hanya untuk mobil hilang, padahal ia juga membayar kerusakan berat. Salah memahami dua nama ini membuat orang membayar premi untuk perlindungan yang dikiranya ada, atau sebaliknya menolak produk yang sebenarnya pas. Halaman ini meluruskan keduanya, lalu membantu Anda memilih dengan dua patokan sederhana: umur dan nilai mobil.
Seluruh persentase premi di halaman ini mengikuti batas tarif OJK dalam SEOJK 6/2017; angka pasti polis Anda bergantung perusahaan, perluasan, dan profil kendaraan.
Apa yang sebenarnya ditanggung
| Kejadian | All Risk (komprehensif) | TLO |
|---|---|---|
| Baret dan penyok ringan | Ditanggung, dikurangi risiko sendiri per kejadian | Tidak |
| Tabrakan dengan kerusakan sedang | Ditanggung | Tidak, selama biaya di bawah 75% harga mobil |
| Kerusakan berat 75% ke atas | Ditanggung | Ditanggung |
| Pencurian kendaraan | Ditanggung | Ditanggung |
| Banjir, gempa, kerusuhan | Hanya bila membeli perluasan | Hanya bila membeli perluasan |
| Kerugian pihak ketiga (TJH) | Hanya bila membeli perluasan | Hanya bila membeli perluasan |
Dua baris terakhir itulah sumber kekecewaan klaim paling umum. Banjir, gempa, huru-hara, dan tanggung jawab terhadap pihak ketiga bukan bagian otomatis dari polis mana pun; keduanya perluasan yang preminya dihitung terpisah. Pemilik yang tinggal di daerah langganan banjir sebaiknya menganggap perluasan banjir sebagai bagian wajib dari harga asuransi, bukan pilihan.
Selisih preminya selebar apa
Menurut batas tarif OJK, premi komprehensif untuk mobil berharga sampai Rp125 juta di wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat berkisar 3,26 sampai 3,59 persen per tahun, dan turun persentasenya untuk mobil lebih mahal: kategori Rp200 sampai Rp400 juta memakai 2,08 sampai 2,29 persen. TLO jauh lebih ringan, berkisar 0,2 sampai 0,78 persen untuk semua kelas.
Dalam rupiah, mobil seharga Rp250 juta di Jakarta membayar premi komprehensif sekitar Rp5,2 sampai Rp5,7 juta per tahun, sedangkan TLO untuk mobil yang sama berkisar Rp500 ribu sampai Rp1,95 juta. Selisih empat sampai sepuluh kali lipat inilah yang membuat pilihan keduanya bukan soal mana yang lebih baik, melainkan risiko mana yang sedang Anda beli perlindungannya: komprehensif membeli ketenangan dari penyok dan baret harian, TLO membeli ketenangan dari bencana besar saja.
Dua patokan memilih: umur dan nilai
Patokan pertama adalah umur mobil. Mobil muda paling rentan penyok yang biayanya terasa, catnya mahal, dan nilai perbaikannya tinggi; komprehensif paling masuk akal di masa ini. Makin tua mobil, makin kecil selisih antara biaya perbaikan dan nilai mobilnya, sementara banyak polis komprehensif membatasi usia kendaraan yang diterima dan mengenakan pemuatan premi untuk usia di atas lima tahun. Pada titik itu TLO menjadi jalan tengah yang wajar: perlindungan dari kehilangan total dengan premi ringan.
Patokan kedua adalah nilai kendaraan dibanding kemampuan Anda menanggung kerugian. Prinsip dasarnya: asuransikan kerugian yang tidak sanggup Anda tanggung sendiri. Kehilangan mobil Rp250 juta adalah bencana keuangan bagi kebanyakan rumah tangga, jadi TLO minimal layak dipertahankan. Sebaliknya untuk mobil tua yang nilainya tinggal beberapa puluh juta, premi bertahun tahun bisa melampaui kerugian terburuknya; banyak pemilik memilih berhenti berasuransi dan menabungkan preminya.
Risiko sendiri: ongkos yang sering terlupa
Setiap klaim kerusakan pada polis komprehensif dipotong risiko sendiri (deductible), umumnya mulai Rp300.000 per kejadian sesuai polis. Karena itu baret kecil yang biaya perbaikannya tidak jauh dari angka itu sering tidak layak diklaim; komprehensif bersinar untuk kerusakan menengah ke atas, bukan untuk setiap goresan parkir.
Perluasan: tempat dua produk ini menjadi setara
Karena banjir, gempa, kerusuhan, dan pihak ketiga sama-sama di luar polis dasar keduanya, perluasanlah yang sebenarnya menentukan seberapa lengkap perlindungan Anda, bukan pilihan All Risk atau TLO itu sendiri. Tiga perluasan yang paling layak ditimbang di Indonesia: banjir dan angin topan, wajib dipertimbangkan siapa pun yang tinggal atau bekerja di daerah langganan genangan; tanggung jawab hukum pihak ketiga, yang membayar kerusakan mobil atau properti orang lain ketika Anda pihak yang salah, risiko yang plafonnya bisa jauh melampaui harga mobil sendiri; dan kecelakaan diri pengemudi serta penumpang, santunan bagi orang di dalam mobil, bukan mobilnya.
Cara menimbangnya sederhana: bayangkan tiga kejadian itu menimpa Anda tahun ini, lalu tanyakan mana yang tidak sanggup ditanggung tabungan. Perluasan yang lolos ujian itu layak dibeli, di polis komprehensif maupun TLO; sisanya boleh dilepas dengan tenang.
Untuk pemilik motor
Prinsip yang sama berlaku untuk motor dengan satu perbedaan pasar: produk komprehensif untuk motor jauh lebih jarang dan kebanyakan polis motor adalah TLO, terutama untuk pembelian kredit yang biasanya sudah menyertakannya di angsuran. Itu masuk akal: risiko terbesar motor di Indonesia memang kehilangan, dan kerusakan kecilnya murah diperbaiki sendiri. Bila motor Anda dibeli kredit, minta salinan polisnya dan cek kapan perlindungan berakhir; banyak pemilik baru sadar polisnya hanya menjangkau tahun-tahun angsuran, bukan seumur pemakaian.
Kombinasi yang sering dipakai
Praktik yang lazim di lapangan bukan memilih satu selamanya, melainkan menurunkan perlindungan mengikuti umur mobil. Tahun pertama sampai ketiga memakai komprehensif, apalagi bila mobil masih kredit dan perusahaan pembiayaan mensyaratkannya. Tahun keempat sampai kedelapan turun ke TLO, saat risiko terbesar tinggal kehilangan dan kerusakan besar. Setelah itu, evaluasi tiap perpanjangan: bandingkan premi setahun dengan nilai pasar mobil dan tabungan darurat Anda.
Satu hal yang jarang disadari: keduanya bisa dinegosiasikan isinya. Perluasan banjir bisa ditambahkan ke TLO, dan polis komprehensif bisa dibeli tanpa perluasan apa pun. Bandingkan penawaran memakai isi perlindungan yang persis sama, karena selisih harga antarperusahaan sering berasal dari perluasan yang diam-diam berbeda, bukan dari kemurahan hati.
Lewat siapa membelinya
Saluran pembelian mengubah pengalaman lebih dari yang diduga orang. Membeli langsung ke perusahaan atau lewat kanal digitalnya biasanya paling transparan soal isi polis. Agen memberi pendamping saat klaim, berguna bagi yang tidak mau mengurus sendiri, selama Anda memastikan agennya terdaftar. Polis bawaan kredit dari perusahaan pembiayaan paling praktis sekaligus paling jarang dibaca; mintalah salinannya dan cek tiga hal yang sama seperti polis mana pun: cakupan, perluasan, dan risiko sendiri. Dari saluran mana pun, satu aturan tetap: yang mengikat adalah dokumen polis, bukan penjelasan lisan penjualnya.
Membaca polis sebelum menandatangani
Tiga bagian polis layak dibaca sebelum urusan harga: daftar pengecualian, besaran risiko sendiri, dan kewajiban Anda saat terjadi kerugian, termasuk batas waktu melapor. Kami membahas sisi klaimnya, beserta penyebab klaim ditolak yang sebenarnya bisa dicegah, di artikel cara klaim asuransi mobil.
Nama boleh menipu, tetapi polis tidak bisa: semua yang ditanggung dan dikecualikan tertulis di sana. Pahami bahwa All Risk artinya komprehensif dengan pengecualian, TLO artinya perlindungan bencana besar saja, lalu pilih memakai umur dan nilai mobil Anda. Asuransi yang tepat bukan yang termahal atau termurah, melainkan yang risikonya memang tidak sanggup Anda tanggung sendiri; sisanya lebih baik menjadi tabungan perawatan di rekening Anda.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah All Risk benar-benar menanggung semua risiko?
Tidak. Istilah resminya komprehensif: menanggung kerusakan sebagian maupun total, tetapi tetap punya pengecualian yang tertulis di polis, misalnya banjir, gempa, kerusuhan, atau tanggung jawab pihak ketiga yang baru terlindungi bila Anda membeli perluasan. Baca daftar pengecualian polis sebelum menandatangani.
TLO itu menanggung apa saja?
Kehilangan karena pencurian dan kerusakan yang biaya perbaikannya mencapai 75 persen atau lebih dari harga kendaraan. Penyok, baret, atau tabrakan ringan tidak diganti karena belum menyentuh ambang itu.
Mobil kredit wajib asuransi yang mana?
Umumnya perusahaan pembiayaan mewajibkan minimal TLO, dan banyak yang mensyaratkan komprehensif di tahun-tahun awal. Preminya sering sudah digabung ke angsuran; minta rincian polisnya supaya tahu persis apa yang Anda bayar dan sampai kapan.
Bolehkah pindah dari All Risk ke TLO di tengah masa kepemilikan?
Boleh, saat perpanjangan polis. Pola yang umum: komprehensif di tahun-tahun awal ketika nilai dan risiko penyok paling tinggi, lalu turun ke TLO ketika mobil menua. Perhatikan juga batas usia: banyak polis komprehensif membatasi usia kendaraan, dan di atasnya dikenakan pemuatan premi tambahan.
Tentang penulis
Penulis asuransi dan kendaraan bekas
Berlatar asuransi kendaraan, menulis klaim dan beli-jual bekas
Celine mengulas asuransi All Risk dan TLO, prosedur klaim, serta cara aman membeli dan menjual kendaraan bekas.
Setiap angka pada halaman ini diperiksa terhadap peraturan daerah. Pelajari cara kami memverifikasi data.
Sumber
Artikel terkait
- Premi asuransi mobil: hitung sendiri sebelum ditawariPremi asuransi mobil bukan angka misterius: OJK menetapkan batas bawah dan atasnya per kategori harga dan wilayah. Tabel ratenya, cara menghitung, dan pos yang menambah tagihan.Baca artikel
- Cara klaim asuransi mobil: menang kalah ditentukan di hari pertamaKlaim yang lancar dan klaim yang ditolak sering dibedakan oleh jam-jam pertama setelah kejadian: lapor cepat, foto lengkap, dokumen benar. Urutan langkahnya di sini.Baca artikel