Lompat ke konten
odometer.id

Biaya charge mobil listrik: rumah, malam hari, dan SPKLU dihitung tuntas

Tarif rumah Rp1.445 sampai Rp1.700 per kWh, diskon 30 persen di malam hari, SPKLU Rp2.466 plus biaya layanan: hitungan per pengisian dan per kilometer, dibandingkan bensin.

Oleh Eko Husada· Penulis biaya perawatan· Diperbarui Ditinjau redaksi

Klaim paling sering dipakai menjual mobil listrik adalah "biaya jalannya sepersekian bensin", dan yang paling jarang disertakan adalah hitungannya. Halaman ini mengisi kekosongan itu dengan tarif resmi yang bisa dicek: berapa rupiah listrik rumah, berapa diskon malam PLN, berapa tarif SPKLU beserta biaya layanannya, lalu semuanya diterjemahkan ke satuan yang bisa dibandingkan dengan bensin, rupiah per kilometer.

Angka konsumsi kendaraan pada halaman ini memakai kisaran lazim mobil listrik ringkas; konsumsi model Anda tertera di spesifikasi dan layar kendaraan, dan hitungannya tinggal mengganti satu angka.

Tiga harga untuk satu kWh

Listrik yang sama dijual dengan tiga harga tergantung tempat dan jam Anda mengisinya. Di rumah, tarif golongan rumah tangga umumnya Rp1.445 sampai Rp1.700 per kWh. Masih di rumah tetapi malam hari, pemilik EV yang mendaftar program PLN mendapat potongan 30 persen pada jam sekitar 22.00 sampai 05.00, menjadikan tarif efektifnya sekitar Rp1.189 per kWh; syarat utamanya kendaraan terdaftar, pengajuan lewat PLN Mobile, dan home charger resmi. Dan di SPKLU, tarif dasarnya Rp2.466 per kWh, ditambah biaya layanan untuk pengisian cepat: paling banyak Rp25.000 per sesi fast charging dan Rp57.000 untuk ultrafast.

Struktur tiga harga ini langsung membentuk strategi: kebiasaan mengisi di rumah pada malam hari adalah versi termurah dari kepemilikan EV, dan SPKLU sebaiknya diperlakukan seperti restoran di rest area, penyelamat perjalanan, bukan dapur harian.

Hitungan per pengisian

Mengisi baterai 40 kWh dari 20 ke 100 persen (32 kWh masuk)
Di rumah, tarif normal (32 kWh × Rp1.445)
Rp 46.240
Selisih hemat bila malam hari (tarif Rp1.189)
-Rp 8.192
TotalRp 38.048

Ilustrasi tarif batas bawah golongan rumah tangga; hasilnya sekitar Rp38.000 untuk pengisian malam penuh. Pengisian yang sama di SPKLU fast: 32 kWh × Rp2.466 = sekitar Rp78.900 plus biaya layanan sampai Rp25.000.

Baca sekali lagi angka itu: mengisi hampir penuh baterai yang cukup untuk 250 sampai 280 km perjalanan kota berbiaya sekitar Rp38.000 sampai Rp46.000 dari rumah. Tangki bensin untuk jarak yang sama menelan beberapa ratus ribu rupiah. Di sinilah keunggulan biaya EV benar-benar tinggal, apalagi setelah era pajak nol persennya berakhir seperti kami bahas di artikel pajak mobil listrik.

Per kilometer: bahasa yang sama dengan bensin

Dengan konsumsi lazim 6 sampai 7 km per kWh, tarif rumah menghasilkan biaya energi sekitar Rp210 sampai Rp240 per kilometer, dan tarif malam menekannya ke sekitar Rp170 sampai Rp200. Lewat SPKLU, angka dasarnya sekitar Rp350 sampai Rp410 per kilometer sebelum biaya layanan. Sebagai pembanding, mobil bensin ringkas dengan konsumsi 11 sampai 13 km per liter pada harga bensin sepuluh ribuan berada di Rp770 sampai Rp900 per kilometer.

Kesimpulannya jujur dua arah: dibanding bensin, EV unggul jauh bahkan lewat SPKLU; tetapi antara sesama pemilik EV, yang rajin mengisi di rumah malam hari membayar separuh dari yang bergantung pada SPKLU. Gaya pemakaian menentukan seberapa besar janji hemat itu terwujud.

Simulasi sebulan: 1.500 km dengan empat cara

Supaya terasa di dompet, mari jalankan pemakaian bulanan yang lazim, 1.500 km, lewat empat skenario dengan konsumsi 6,5 km per kWh (sekitar 231 kWh sebulan):

SkenarioPerkiraan biaya sebulanCatatan
Rumah, tarif malam terdaftarsekitar Rp275.000231 kWh × Rp1.189
Rumah, tarif normalsekitar Rp334.000 sampai Rp392.000231 kWh × Rp1.445 sampai Rp1.700
Dominan SPKLU fastRp570.000 lebih, plus biaya layanan tiap sesi231 kWh × Rp2.466 + layanan
Mobil bensin pembandingsekitar Rp1.150.000 sampai Rp1.360.0001.500 km ÷ 11-13 km/liter × Rp10.000

Tabel ini juga menjawab pertanyaan yang sering menggantung: apakah repot mendaftar program malam PLN sepadan? Selisihnya sekitar Rp60.000 sampai Rp117.000 per bulan dibanding tarif normal, atau lebih dari sejuta rupiah setahun, untuk satu kali pendaftaran lewat aplikasi. Jarang ada administrasi dengan upah per menit sebesar itu.

kWh meteran dan kWh baterai tidak sama persis

Satu kejujuran teknis supaya hitungan Anda tidak meleset: proses pengisian punya rugi-rugi. Sebagian energi berubah panas di charger dan baterai, sehingga kWh yang dicatat meteran rumah sedikit lebih besar daripada yang tersimpan di baterai, umumnya selisih sekitar sepuluh persenan, lebih terasa pada pengisian lambat. Praktisnya: tagihan nyata Anda akan sedikit di atas hitungan kapasitas baterai, dan itu normal, bukan meteran yang curang. Gunakan catatan konsumsi bulanan kendaraan sebagai angka acuan yang paling adil.

Biaya yang menyertai kebiasaan mengisi

Dua biaya sekali bayar layak masuk hitungan awal. Pertama, home charger dan pemasangannya, yang paketnya sering disertakan pabrikan saat membeli unit baru; tanyakan sebelum menganggapnya gratis. Kedua, daya listrik rumah: charger 7 kW nyaris menuntut daya di atas 7.700 VA supaya rumah tetap hidup normal saat mengisi, dan PLN pernah menawarkan keringanan biaya tambah daya untuk pemilik EV. Rumah berdaya kecil tetap bisa memakai charger bawaan yang lebih lambat; konsekuensinya waktu, bukan uang.

Efisiensi ikut menentukan tagihan

Gaya berkendara, AC, dan kecepatan tol mengubah konsumsi kWh per km persis seperti bensin. Konsumsi yang tertera di layar kendaraan adalah angka nyata Anda; pakai itu untuk menghitung ulang tabel di halaman ini, karena selisih 1 km per kWh berarti selisih puluhan ribu rupiah tiap seribu kilometer.

Praktik sehat di SPKLU

Karena SPKLU adalah sumber daya bersama, beberapa kebiasaan membuat biayanya tetap efisien untuk semua. Rencanakan titik pengisian sebelum perjalanan lewat aplikasi penyedia dan siapkan cadangan, karena antrean di jalur mudik nyata adanya. Isi sampai sekitar 80 persen saja di fast charging: laju pengisian melambat tajam sesudah itu, sehingga dua puluh persen terakhir memakan waktu tidak sebanding, memperpanjang antrean, dan di beberapa penyedia dikenai konsekuensi bila kendaraan tetap menancap setelah penuh. Dan pindahkan kendaraan begitu selesai; slot SPKLU adalah pompa bensin, bukan tempat parkir.

Untuk pemilik motor listrik

Prinsip harganya sama dengan skala lebih kecil: baterai motor listrik hanya beberapa kWh, sehingga sekali pengisian penuh di rumah berbiaya beberapa ribu rupiah saja. Sebagian model memakai sistem tukar baterai berlangganan dengan hitungan sendiri; untuk pemakai charge rumahan, cara menghitungnya identik, kapasitas kWh dikali tarif, dan hasilnya membuat bensin eceran terlihat seperti kemewahan.

Satu kebiasaan penutup yang menyatukan semuanya: selama sebulan pertama kepemilikan, catat tiga angka di akhir bulan, kilometer yang ditempuh, kWh dari meteran atau aplikasi PLN, dan rupiah yang terbayar. Tiga angka itu memberi Anda biaya per kilometer versi rumah sendiri, jauh lebih akurat daripada tabel mana pun, dan menjadi dasar keputusan kapan SPKLU layak dipakai tanpa merusak hitungan bulanan.

Biaya charge adalah bagian paling bisa dihitung dari kepemilikan EV: tarifnya resmi, konsumsinya tertera, dan strateginya sederhana. Daftarkan kendaraan ke program malam PLN, jadikan SPKLU cadangan perjalanan, dan catat konsumsi nyata kendaraan Anda sebulan; setelah itu, perdebatan "listrik atau bensin" di keluarga Anda akan selesai dengan satu tabel yang Anda hitung sendiri, memakai tarif resmi dan konsumsi nyata kendaraan Anda, bukan klaim brosur siapa pun, dan angka itu pula yang paling layak Anda ceritakan saat orang bertanya berapa biaya jalannya.

Pertanyaan yang sering muncul

Bagaimana cara mendapat diskon listrik 30 persen untuk charge di rumah?

Diskon berlaku untuk pengisian malam, sekitar pukul 22.00 sampai 05.00, dan butuh pendaftaran: kendaraan ber-STNK terdaftar, pengajuan lewat aplikasi PLN Mobile, dan home charger resmi yang tersambung sistem PLN. Setelah aktif, tarif malam turun ke sekitar Rp1.189 per kWh.

Kenapa charge di SPKLU lebih mahal dari di rumah?

Tarif dasarnya memang lebih tinggi, Rp2.466 per kWh, dan SPKLU fast charging boleh mengenakan biaya layanan sampai Rp25.000 per pengisian, ultrafast sampai Rp57.000. Anda membayar kecepatan dan infrastruktur; pola paling hemat adalah rumah untuk harian, SPKLU untuk perjalanan.

Berapa biaya charge dibanding bensin per kilometer?

Dengan konsumsi lazim sekitar 6 sampai 7 km per kWh, biaya energi EV di rumah sekitar Rp210 sampai Rp240 per km, turun ke bawah Rp200 dengan tarif malam, dan sekitar Rp360 sampai Rp400 lewat SPKLU plus layanan. Mobil bensin 1.500 cc yang menempuh 11 sampai 13 km per liter menghabiskan Rp770 sampai Rp900 per km pada harga bensin Rp10.000-an: selisih tiga sampai empat kali lipat.

Apakah charge di rumah butuh tambah daya listrik?

Sering kali ya, terutama untuk home charger 7 kW yang nyaman dipakai semalam penuh. PLN pernah memberi program keringanan biaya pasang baru dan tambah daya bagi pemilik EV; cek promonya di PLN Mobile saat Anda mendaftar layanan home charging.

Tentang penulis

Eko Husada

Penulis biaya perawatan

Teknisi bengkel bersertifikat, menulis soal servis dan komponen

Eko menulis tentang biaya servis berkala, penggantian komponen, dan gejala kerusakan. Ia menekankan angka biaya yang realistis dari pengalaman bengkel.

Setiap angka pada halaman ini diperiksa terhadap peraturan daerah. Pelajari cara kami memverifikasi data.

Sumber

  1. Kompas Money, tarif layanan SPKLU dan tarif dasar per kWh
  2. Seva.id, hitungan biaya cas di rumah dan SPKLU

Artikel terkait